Catatan suka duka sekolah di SMKN 1 Pati

Suka Duka Sekolah   

    SMK Negeri 1 Pati dimana sekolah ini memiliki lima jurusan yaitu ada TKJ, BDP, UPW, OTP, dan AKL yang kebanyakan muridnya itu berjenis kelamin perempuan. Tidak disangka saya bisa keterima di SMKN 1 Pati dengan masuk jurusan BDP (Bisnis Daring dan Pemasaran). Saya merasa senang dan beruntung sebab bisa ketemu teman-teman dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


     Tahun pertama sekolah di SMKN 1 Pati dimana saat itu masih ada virus Corona, sehingga pembelajaran pun ikut terganggu. Mulai dari belajar secara Daring (Dalam Jaringan), sehingga kegiatan seperti pramuka, presentasi, acara sekolah dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom atau teams. Menurut saya daring ini ada rasa suka duka juga walau belajar di rumah, semacam tidak bisa bertemu dengan teman dan belajar kelompok bareng. Seperti yang saya alami dulu setiap waktu pembelajaran dimulai, beberapa guru ada yang mengadakan webinar di teams. Berbagai macam kendala yang saya hadapi selama webinar seperti jaringan internet yang lambat, lebih membutuhkan untuk biaya voucher internet, dan masih banyak lagi kendala yang lain. Semester dua kelas 10 ada informasi dari sekolah bahwa pembelajaran akan dilakukan secara offline. Saat itu saya merasa senang setelah sekian lama suntuk dalam rumah ditambah tidak bertemu dengan teman-teman.


        Tahun kedua dimulai, sudah mulai memahami karakter teman sekelas. Tapi saya terkejut dengan berbagai mata pelajaran kejuruan yang baru saya tahu dan menurut saya itu menarik untuk saya pelajari daripada mata pelajaran umum. Saya itu paling susah kalau ada tugas membuat video soalnya saya sendiri tidak pandai berbicara apalagi percaya diri saat di depan kelas atau membuat video promosi. Saya sering insecure ketika melihat teman sekelas saya bisa lebih percaya diri dibanding saya. Tapi dari kepribadian saya yang introvert ini saya harus bisa merubah diri menjadi lebih bisa memperluas relasi dan mampu public speaking yang baik.

Semester dua dimulai, dimana saya melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Swalayan ADA Pati. Banyak hal yang saya dapatkan selama PKL di sana, seperti mendapatkan teman baru dari berbagai latar belakang mereka, kemudian cara menata barang, retur barang, membuat nota, dan masih banyak lagi. Seru, senang, capek pasti, tapi saya suka. Selain itu, PKL membuat saya tidak grogi lagi ketika bertemu orang baru.


          Tahun ketiga, dimana saya masih PKL dan menyiapkan untuk ujian kejuruan. Menurut saya tahun terakhir di sekolah banyak duka nya dibanding tahun sebelumnya. Banyak pula keputusan yang harus saya ambil. Sedihnya itu tidak karena banyak tugas yang harus dikerjakan melainkan sudah hilang penyemangat sekolah yah siapa sih yang ga butuh orang tua. Menurut saya, dukungan dari orang tua adalah hal yang paling utama. Yahh, ternyata takdir berkata lain dukungan ku sendiri sekarang adalah ya diri sendiri.

          Suka duka sekolah tuh ga melulu untuk diingat, tapi ya cukup dikenang dan ga dilupakan itu saja. Ingin kuliah tapi masih kurang persiapan, bingung untuk memilih kursus atau langsung kerja.Tidak pula saya melupakan segala karakter dan kebersamaan dengan teman sekelas ataupun kakak-kakak di tempat PKL.

         Saya berharap untuk kedepannya sekolah semakin maju dan berprestasi. Tidak lupa saya mengharapkan diri sendiri untuk bisa sukses kedepannya.

       

 Diam bukan berarti tidak tahu, melainkan sedang memahami kelemahan orang tersebut.


Sekian terimakasiii



         

Komentar